Tampilkan postingan dengan label budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label budaya. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Juli 2013

Batik Fraktal, Gabungan Seni dan Teknologi



Batik merupakan ikhwal kriya tekstil yang tak asing bagi orang Indonesia, bahkan
sering menjadi sebuah simbol akan bangsa Indonesia. Batik dikenal erat kaitannya dengan
kebudayaan etnis Jawa di Indonesia bahkan semenjak zaman Raden Wijaya (1294-1309) pada masa
kerajaan Majapahit. Namun pada dasarnya berbagai bahan sandang memiliki corak batik juga dari luar pulau Jawa,
misalnya di beberapa tempat di Sumatera, seperti Jambi bahkan beberapa tempat di Kalimantan dan Sulawesi.
Motif batik digunakan mulai dari hiasan, kain sarung, kopiah, kemeja, bahkan kerudung dan banyak lagi. Namun
hal yang sangat menarik dengan batik adalah bahwa ia merupakan konsep yang tidak sederhana bahkan dari sisi
etimologinya. Batik dapat merepresentasikan ornamentasi yang unik dan rumit dalam corak dan warna dan
bentuk-bentuk geometris yang ditampilkannya. Namun yang terpenting adalah bahwa batik dapat pula
merepresentasikan proses dari pembuatan corak dan ornamentasi yang ditunjukkan di dalamnya.


Proses batik atau dalam verbia disebut pula sebagai “mbatik”, merupakan hal yang
tidak sesederhana menggambarkan sebuah lukisan, misalnya. Multiperspektif yang terpancar dari
ornamentasinya merupakan hasil dari proses dan tahapan-tahapan pseudo-algoritmik yang sangat menarik. Berdasarkan
publikasi “Batik: The Impact of Time and Environment” oleh H. Santosa Doellah yang diterbitkan oleh Danar Hadi,
terdapat setidaknya tiga tahapan proses dalam ornamentasi batik, yakni:

1. “Klowongan“,
yang merupakan proses penggambaran dan pembentukan elemen dasar dari disain batik secara umum.

2. “Isen-isen“,
yaitu proses pengisian bagian-bagian dari ornamen dari pola isen yang ditentukan.
Terdapat beberapa pola yang biasa digunakan secara tradisional seperti motif cecek, sawut, cecek sawut, sisik melik, dan sebagainya.

3. Ornamentasi Harmoni,
yaitu penempatan berbagai latar belakang dari desain secara keseluruhan sehingga menunjukkan harmonisasi secara umum.
Pola yang digunakan biasanya adalah pola ukel, galar, gringsing, atau beberapa pengaturan yang
menunjukkan modifikasi tertentu dari pola isen, misalnya sekar sedhah, rembyang, sekar pacar, dan sebagainya.


"Batik Fraktal" (CFB=computational fractal batik) adalah bentuk konstruksi yang mengakuisisi keduanya:
antara tradisi Indonesia dan tradisi matematika Barat yang dilakukan secara komputasional.
Desain kriya yang lahir dari tangan pembatik ditiru dalam teknik komputasional melahirkan tak terbatasnya
inovasi kreasi dari apa yang disebut sebagai Batik.

Batik Fraktal Komputasional mewujud dalam 3 bentuk:
-Batik Fraktal Sederhana: hasil simulasi komputer dalam bentuk fraktal yang memiliki kemiripan dengan desain batik tradisional.
-Batik Hibrida: Pola motif dalam fraktal dan motif batik digunakan sebagai bahan ornamentasi dan dekorasi untuk desain batik secara bersamaan.
-Batik Inovatif: Pola motif batik tradisional didesain ulang dengan menggunakan teknologi komputasional fraktal.

Berikut ini adalah beberapa contoh batik fraktal







Ketiga pola ini merupakan bentuk dari implementasi generatif atas kesadaran bagaimana batik memiliki sifat fraktal dan
mendukung peluasan bentuk apresiasi terhadap budaya tekstil Indonesia non-tenun ini.


Quote:Catatan
Budaya batik berasal dari pemahaman kognitif yang tertuang ke dalam karya estetika visual yang sedikit banyak
memberi gambaran implisit tentang bagaimana orang Indonesia memandang dirinya, alamnya, dan lingkungan sosialnya.
Pola batik yang diketahui bersifat fraktal merupakan sebuah kenyataan bahwa terdapat perspektif alternatif yang ada
di kalangan masyarakat dan peradaban Indonesia yang unik relatif terhadap cara pandang modern yang umum.
Keunikan ini merupakan sesuatu yang penting mengingat fraktal merupakan bentuk pemahaman geometri yang mutakhir dan
memiliki kesadaran akan kompleksitas sistem dan menanganinya dengan lebih bijaksana.

Batik sebagai sebuah obyek estetika berpola memiliki tata aturan penggambaran pseudo-algoritmik yang dapat
diperlakukan sebagai bentuk seni generatif yang memiliki kegunaan:
- memberikan sumbangan dan inspirasi kepada peradaban umat manusia, khususnya dalam bidang perkembangans seni generatif.
- mendorong dan memperluas ekslorasi dan apresiasi atas batik sebagai bagian dari seni tradisi nusantara Indonesia.
- penelitian tentang aspek fraktalitas pada batik secara umum mendorong penggalian lebih jauh tentang aspek kognitif
terkait cara pandang dan kebijaksanaan masyarakat terdahulu kita tentang alam dan masyarakat -
mengingat eratnya kaitan antara seni dan sains sebagaimana ditunjukkan dalam sejarah perkembangan dan sejarah sains modern.




sumber | iniunic.blogspot.com | http://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000014258154/batik-fraktal-gabungan-seni-dan-teknologi/

Jumat, 05 Juli 2013

"Tezutsu Hanabi" Tradisi Kembang Api Ekstrim di Jepang



Diseluruh dunia setiap kemeriahan tentu tak lepas dari pesta kembang api. Namun di Jepang mereka memiliki tradisi tersendiri yang terkait dengan kembang api. Tradisi Tezutsu Hanabi merupakan tradisi kembang api ekstrim yang mengundang decak kagum.

Tradisi kembang api di Jepang ini memang memiliki keunikan. Hal tersebut dilihat dari cara kembang api tersebut dinyalakan. Kembang api ini berupa batang bambu dengan diamameter 10 hingga 20cm yang diisi dengan bubuk mesiu yang dasarnya ditutup dengan tanah liat dan kertas.

Pembuat kembang api melakukannya dengan hati-hati karena 3 kg mesiu adalah jumlah yang banyak dan berbahaya jika meledak duluan. Sang pembuat itu sendiri juga yang menyalakannya dengan cara memegang bambu dengan lengannya sambil berdiri.

Sedangkan, untuk keamanan digunakan pelapis tatami dan batang padi sebagai tali yang melingkari bambu sepanjang 80 cm itu. Meski sudah diajari secara turun temurun teknik memegang yang aman tapi para peserta tetap menggunakan pelindung badan. Namun mereka tidak mengenakan pelindung kepala untuk melindungi dari hujan kembang api di atas tubuh mereka.

Sementara itu, penggunaan batang bambu berasal dari jaman perang yang digunakan sebagai alat komunikasi jarak jauh. Dengan masuknya senapan, alat tersebut kini digunakan sebagai kembali api di perayaan kuil Yoshida di Toyohashi. Kembang api itu merupakan bagian dari Festival Gion yang paling menarik banyak perhatian wisatawan.

Nih Langsung aja gan ane lampirin foto2'a...

Spoilerfor Foto 1:


Spoilerfor Foto 2:


Spoilerfor Foto 3:


Spoilerfor Foto 4:


Spoilerfor Foto 5:


Spoilerfor Foto 6:




sumber | iniunic.blogspot.com | http://www.kaskus.co.id/thread/51d5484d7c1243482000000d/quottezutsu-hanabiquot-tradisi-kembang-api-ekstrim-di-jepang/

Minggu, 16 Juni 2013

Mari Berkenalan Dengan Bangsa Polip yang Bisa Terbang-




Ada yang pernah dengar bangsa Polip? Sebuah kaum yang 'katanya' ada sebelum manusia. Mereka bersayap, namun bukan dari golongan malaikat atau jin. Bahkan beberapa tafsir meyakini mereka yang dimaksud sebagai "binatang melata yang keluar dari bumi" seperti disebut dalam hadits Riwayat Muslim.

Tak ada sumber sahih yang bisa meyakini hubungan antara mahluk bersayap ini dengan hadits. Karenanya, patut kita kesampingkan hal yang masih samar-samar. Lalu, siapakah sebenarnya kaum polip ini dan bagaimana kisah tentangnya menyebar luas di media internet?
Tampaknya kisah Bangsa Polip berkembang dan menjadi populer karena penulis cerita H.P. Lovercraft  (20 Agustus 1890 – 15 Maret 1937).  Salah satu karyanya yang kemudian menjadi bacaan populer adalah  mitos Cthulhu - terbit pertama kali di pulp magazine weird tales, 1928.

Dalam mitos inilah bangsa polip (polyp) datang ke bumi sekitar 750 juta tahun yang lalu. Mereka datang dari planet lain. Para pengamat mitos ini mereka-reka H.P. Lovecraft menunjuk pada Planet Pluto.

Di bumi, kaum polyp membangun kota dengan menara jendela yang sangat tinggi. Namun pada akhirnya mereka kalah dalam peperangan hebat dengan mahluk lain yang lebih tinggi derajatnya (Elder Things).

Ketika ras Great Race of Yith datang ke bumi, mereka berperang dengan polip dan segera mengusir mereka bawah tanah dengan teknologi canggih mereka.  Bangsa Polip kini tinggal di dunia bawah (bawah tanah) dan tidak bisa keluar karena disegel. Konon, ada reruntuhan kuno di suatu tempat yang terdapat sumur dengan tumpukan batu sebagai segelnya. Di bawah inilah bangsa polip masih hidup hingga sekarang.

Sosok Polip
wikipedia
Ujud asli bangsa polip sesuai tafsir pembacanya. Ada yang menyebut berujud manusia namun bersayap layaknya malaikat, ada pula yang menggambarkan memiliki kaki banyak. Mereka tidak memiliki indera penglihatan, namun bisa menembus segala macam material padat. Mampu terbang dan meninggalkan jejak besar di tanah saat hinggap, hal ini menunjukkan sosok polip jauh lebih besar dibanding manusia. 
Kehebatan polip, mereka bisa menghilang (invisible) serta mengontrol angin sehingga bisa dijadikan sebagai senjata super hebat. Kehebatan pikiran polip ini diakui  bangsa Yith karena tak bisa melakukan transfer psikis saat penakulkan di muka bumi.



sumber | iniunic.blogspot.com | http://yafi20.blogspot.com/2013/06/mari-berkenalan-dengan-bangsa-polip.html

Kamis, 30 Mei 2013

10 Aspek Aneh Budaya Negara Jepang

Jepang bisa menjadi tempat yang aneh. Tidak ada negara lain di dunia telah mengalami pertemuan seperti tradisi, teknologi, dan keadaan. Feodal samurai cita-cita bentrokan dengan pemotongan tepi komputer, korban berusia dari satu-satunya negara yang mengalami murka penuh bom atom dengan campuran remaja dengan pakaian Pokemon. 

Meskipun tuan rumah salah satu perekonomian paling besar di planet ini, Jepang sangat picik, dan budaya sering disalahpahami oleh orang luar. Berikut 10 Aspek Aneh Budaya Negara Jepang,dikutip dari Listverse:

10.Hikikomori
 Meskipun populasi bumi meningkat pada tingkat yang eksponensial, orang Jepang perlahan-lahan sekarat off belakang infrastruktur penuaan. Peracikan masalah adalah masalah yang berkembang: menutup-in . 

Hikikomori Yang pasti, setiap masyarakat adalah rumah bagi sejumlah kecil orang yang bisa digambarkan sebagai "penyendiri" meskipun sebagian besar petapa ini cenderung orang yang lebih tua, ditandai dengan penyakit mental seperti depresi dan agoraphobia. Jepang pertapa hikikomore , di sisi lain, yang jelas muda. 

Mereka sebagian besar tidak puas remaja dan duapuluhan, ditarik hampir sepenuhnya dari masyarakat. Tidak ada penjelasan yang tepat untuk menjelaskan kenaikan hikikomori, meskipun ada beberapa faktor yang diketahui, termasuk munculnya internet, tekanan akademik intens, dan orang tua bersedia untuk melindungi anak-anak mereka dengan baik menjadi dewasa. 

Psikiater (banyak dari mereka dipaksa untuk membuat panggilan rumah untuk mengunjungi pasien mereka), hanya baru-baru ditetapkan pada tugas membantu kelompok dijuluki oleh sebagian orang sebagai "hilang juta."

9.Kejahatan
 Meskipun legenda Yakuza adalah lazim, tingkat kejahatan sangat rendah di Jepang. Ini adalah ilegal untuk memiliki pistol, dan bahkan pedang seremonial harus terdaftar dengan polisi. Negara ini menikmati tingkat pembunuhan terendah kedua di dunia, di belakang hanya Monaco (negara sekitar setengah ukuran dari New York Central Park). 

Jika Anda pernah memiliki kemalangan diadili di Jepang, namun, Anda dapat hampir yakin bahwa Anda akan ke penjara, memang, tingkat keyakinan dikatakan melebihi sembilan puluh sembilan persen (karir hakim dapat sangat menderita untuk membagi-bagikan pembebasan).Hukuman mati dilaksanakan di Jepang, dan sekitar dua atau tiga narapidana yang dieksekusi setiap tahun. 

Tidak seperti kebanyakan negara-negara lain, terpidana mati hanya diberitahu jam sebelumnya ketika waktu mereka habis. Keluarga tidak diberitahu sampai mengutuk ayah, saudara, atau anak sudah mati. Meskipun Jepang memiliki sejarah metode yang agak mengerikan dan tidak konvensional eksekusi, tahanan umumnya dihukum gantung hari ini.

8.Makanan
 Seperti yang saya jelaskan dalam daftar sebelumnya , Jepang memiliki kegemaran terhadap makanan dan minuman baru, memang, berbagai rasa mereka memanfaatkan sering tampak penolak selera Barat.  Karena kebetulan bahasa, Kit Kat bar cokelat sangat populer di Jepang. "Kit Kat" sangat mirip dengan kalimat "Kitto katsu" (harfiah: Anda pasti akan menang), yang digunakan sebagai sentimen dari keberuntungan. Siswa sering diberi permen sebelum ujian sebagai keberuntungan pesona. 

Berbeda dengan seluruh dunia, yang menampilkan hanya versi susu coklat, Jepang mempertahankan puluhan rasa eksotis, seperti jagung bakar, miso, keju camembert, kentang panggang, dan kecap.

7.Prestasi Kerja
 Meskipun Jepang dikenal karena etos kerja rajin mereka, stereotip pengusaha mabuk warbling "Margaritaville" di sebuah bar karaoke adalah tidak jauh dari kebenaran . Minum sesi maraton sering dilihat sebagai landasan model bisnis Jepang, hubungan korporasi ditempa selama galon sake, salarymen muda berjuang sia-sia untuk bersaing dengan bos mereka berpengalaman.  

Yang mengatakan, itu juga relatif mudah untuk perawat mabuk. Budaya bisnis Jepang menghargai karyawan yang tidur siang di tempat kerja . "Inemuri," seperti yang dikenal, adalah cepat kucing-tidur siang dimaksudkan untuk mengisi ulang baterai. Hal ini dipandang sebagai tanda kerja keras dan komitmen.

6.Kodokushi
 Tidak ada yang tampaknya lebih tragis daripada mati saja-tapi itu terjadi di Jepang sepanjang waktu . Salah satu efek samping malang mempertahankan seperti penduduk lanjut usia (satu dari lima Jepang di atas usia enam puluh lima tahun, banyak dari mereka baik ke dalam delapan puluhan dan sembilan puluhan mereka) adalah bahwa orang cenderung untuk mati di rumah. Orang-orang ini sering pergi belum ditemukan, kadang-kadang selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun-fenomena yang dikenal sebagai "kodokushi", yang kematian kesepian . 

Ribuan kasus terjadi di Jepang setiap tahun, terutama di kalangan pria yang memiliki sedikit ikatan sosial. Kadang-kadang tubuh yang tersisa untuk begitu lama bahwa mereka-mumi diri.Bahkan ada perusahaan yang mengkhususkan diri dalam membersihkan apartemen dari orang yang telah meninggal karena seperti nasib-bahkan berurusan dengan mengerikan "kodokushi noda" yang ditinggalkan oleh tubuh membusuk. 

Diperkirakan bahwa dalam dua puluh tahun, satu dari tiga Jepang akan menjadi warga-an senior yang estimasi yang tidak pertanda baik untuk menghentikan kematian kesepian.

5.Porno
 Jepang selalu menjadi sesuatu dari masyarakat terbatas, dan prudishness yang membentang sepanjang jalan ke pornografi nya. Meskipun aksi seks hardcore yang diizinkan untuk difilmkan, alat kelamin para pemain diwajibkan untuk kabur keluar, untuk menegakkan hukum-hukum moral. Hal ini telah mengarahkan porno Jepang pembuat menuju tren yang disebut " bukkake "-layar" cairan yang dihasilkan "terkemuka-sebagai bukti bahwa pelaku benar-benar melakukan hubungan seks.

Anehnya, sejumlah besar pemuda Jepang telah melaporkan bahwa mereka memiliki sangat sedikit minat dalam seks . Hal ini terutama berlaku bagi banyak laki-laki, yang sering disebut sebagai soshoku Danshi, atau "pria herbivora."

4.Pachinko
 Pachinko adalah semacam persilangan antara pinball dan mesin slot, melainkan melibatkan mesin tegak, di mana pemain menembak bola yang turun melalui serangkaian pin. Jika bola tanah di tempat yang tepat, bola lebih banyak akan diproduksi. Meskipun perjudian secara teknis ilegal di Jepang, pemenang disediakan dengan tanda berdasarkan skor mereka yang dapat ditukar di tempat lain untuk uang tunai (sedikit seperti berputar di tiket di Chuck E. Cheese untuk hadiah).  

Saat dorongan untuk pachinko di Jepang, dengan kalangan industri memperkirakan pendapatan perjudian potensial yang akan mendekati $ 10000000000 per tahun-hampir dua kali lipat dari Las Vegas .

3.Yaeba
 Siapapun yang telah menderita melalui stigma memakai kawat gigi (atau orang tua yang telah dikupas keluar ribuan untuk orthodonture) memahami pentingnya lurus, bahkan gigi. Di Jepang, namun, ada tren yang berkembang di kalangan wanita muda untuk yaeba (harfiah "gigi ganda") topi pada gigi taring, yang meminjamkan senyum mereka semacam penampilan ramai . 

Seperti tren kecantikan aneh pergi, yang satu ini agak mahal untuk diimplementasikan-tapi setidaknya itu reversibel.

2.Bunuh diri
 Meskipun pembunuhan di Jepang hampir tidak ada, negara ini memiliki salah satu tingkat bunuh diri tertinggi di dunia -dalam beberapa kasus lebih dari dua kali lipat dari negara maju lainnya. Meskipun sikap berubah, bunuh diri untuk waktu yang lama diterima oleh budaya sebagai tindakan-cara mulia untuk melindungi kehormatan, dan membela reputasi keluarga.  Salah satu tren bunuh diri paling mengejutkan melibatkan melompat di depan kereta komuter . 

Hal ini telah menjadi suatu isu bahwa perusahaan kereta api biasanya baik anggota keluarga yang masih hidup atas ketidaknyamanan ini. Jepang juga rumah bagi Hutan Aokigahara dingin. Terletak di dekat Gunung Fuji, Aokigahara sering disebutkan oleh para penulis Listverse, dan terkenal sebagai hotspot untuk bunuh diri.

1.Kentucky Fried Chicken
 Diet khas Jepang cukup sehat, staples sehari-hari seperti beras, tahu, dan sayuran segar membuat mereka beberapa orang terpanjang-hidup di bumi. Tetapi banyak orang Jepang juga memiliki kelemahan untuk kenyamanan Amerika akrab makanan-terutama, ayam goreng. 

Di kota-kota besar, sering kali ada KFC dapat ditemukan setiap beberapa blok, dengan masing-masing restoran hosting patung seukuran Kolonel Sanders berdiri di depan.  Meski hanya segelintir kecil Jepang beragama Kristen, mereka telah mengadopsi KFC sebagai tradisi Natal . Pada tanggal 24 Desember setiap KFC di Jepang memiliki garis keluar pintu. Banyak membuat pemesanan bulan di muka.Legenda KFC tidak terbatas hanya untuk musim liburan. 

Pada tahun 1985, ketika tim bisbol Hanshin Tigers memenangkan seri Jepang, bidang tumpah ke jalan-jalan. Di tengah kekacauan itu, patung Kolonel Sanders dilemparkan ke sebuah kanal di Osaka. Pada tahun-tahun berikutnya, Macan telah terus-menerus gagal menang lagi kejuaraan-ditebang, konon, oleh " Kutukan Kolonel ". 

Pada tahun 2009, sebagian besar patung itu pulih dari sungai. Gelas dan tangan kiri masih hilang, bagaimanapun, dan beberapa penduduk setempat percaya bahwa kutukan tidak akan mengangkat sampai Kolonel itu utuh .




sumber | iniunic.blogspot.com | http://www.lihat.co.id/2013/05/10-aspek-aneh-budaya-negara-jepang.html