Tampilkan postingan dengan label Alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alam. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Juli 2013

Gua Kontilola yang Misterius di Papua



Gua Kontilola di Wamena, Papua menyimpan sejuta misteri. Gua ini menjadi kerajaan ribuan kelelawar dan juga berisi lukisan aneh menyerupai manusia. Apakah ini lukisan alien?

Sebenarnya saya sudah lelah dan mengantuk, seharian mengikuti rangkaian kegiatan bersama Suku Dani sangat menyenangkan sekaligus menguras tenaga. Hal terakhir yang saya inginkan saat ini adalah tidur nyenyak hingga esok hari. Tapi saat guide kami berkata akan membawa saya beserta tim Dream Destination Papua ke sebuah gua, rasa ngantuk saya menguap dan saya kembali bersemangat!

Ya, saya adalah penggemar gua. Bagi saya gua layaknya taman bermain. Gelapnya gua memberi ketenangan, kejutan misteri dan keindahan yang menanti untuk dipendarkan oleh cahaya senter layaknya kotak hadiah. Gua bagi saya menyimpan banyak pesona.

Hari ini Senin (26/11/2012), guide kami Bernard mengajak kami mengunjungi Gua Kontilola, sebuah gua yang menjadi cagar wisata. Gua Kontilola bukanlah destinasi favorit para pelancong yang berkunjung ke Lembah Baliem, serta jarang traveler yang tahu tempat ini. Tapi, rupanya gua ini menyimpan begitu banyak pesona yang tidak terekspos.

Menuju ke Gua Kontilola tidaklah mudah. Lokasinya yang berada di puncak bukit membuat kami harus mendaki susunan anak tangga hingga tiba di mulut gua. Tapi lupakan segala bayanganmu akan letihnya mendaki, pemandangan hijau dan suasana sejuk di jalur menuju mulut Gua Kontilola dapat menghapus letih.

Suasana lebih dingin segera terasa saat saya tiba di mulut Gua Kontilola, mulut gua langsung menghubungkan kita ke sebuah aula raksasa. Berhias stalaktit dan stalagmit, gua horizontal ini tampak cantik dalam remang-remang kegelapan. Saya memandang ke atas dan melihat beberapa kelelawar terbang di atap-atap gua.

"Ini adalah kerajaan kelelawar, di bawah sana ada sarang mereka yang jauh lebih besar. Itu yang menjadi istananya," ujar Agus, salah satu pemandu kami menjelaskan kepada saya sembari menunjuk ke sebuah jalan landai yang berujung pada kegelapan di sisi kanan.

Seketika saya ingin sekali kesana, ditambah lagi menurut penjelasan Agus dibawah sana kita dapat menemukan sungai bawah tanah. Tapi sayang perlengkapan yang kurang memadai membuat saya harus mengurungkan niat kali ini.

Tapi pesona Gua Kontilola tidak hanya tersimpan jauh di dalam perut bumi, beberapa puluh meter dari aula raksasa kita dapat menemukan aula lain yang layaknya hutan di dalam gua. Dipenuhi rerimbunan pohon yang disiram teriknya cahaya matahari. Sungguh kontras dengan aula pertama!

Ada yang menarik lagi di dalam gua ini, beberapa lukisan menyerupai manusia tercetak di dinding-dinding gua. "Lukisan itu konon bukan di buat oleh manusia, sudah ada disana sejak jaman nenek moyang," kata pemandu kami lainnya, Bernard menjelaskan.

Saya memandang lukisan yang menyerupai gambaran alien itu, mencoba merasionalisasi bagaimana cara manusia purba dapat memanjat dinding gua yang tinggi dan melukis disana. Sebuah gua di Wamena rupanya menyimpan sejuta misteri yang hingga kini pun tak ada yang tahu pasti kejelasannya. Gua Kontilola yang menjadi kerajaan ribuan kelelawar juga berisi lukisan aneh menyerupai manusia. Apakah alien yang melukisnya?

Berbagai keraguan muncul, masih belum dapat mempercayai ada sekelompok atau sosok mahluk lain yang melukiskan gambar-gambar tersebut. Saya memandang ke sekeliling gua dan semakin disadari suasana gua ini memang semakin tampak berbeda dengan beberapa susunan batu yang menyerupai wajah manusia!

Mungkin butuh penelitian atau ahli tertentu untuk memecahkan misteri lukisan-lukisan di dalam Gua Kontilola tersebut. Tapi di luar dari semua itu, Gua Kontilola telah memikat saya dengan bentukannya yang gigantis dan misteri kerajaan kelelawarnya yang tersembunyi jauh di dalam perut bumi. Berharap saya dapat kesana sekali lagi dan memendarkan semua misteri dengan cahaya!

SUMBER









sumber | edan77.blogspot.com | : http://www.kaskus.co.id/thread/50c5843c8027cfcb0c000004

MENAKJUBKAN...Rayap-Rayap ini Sanggup BIKIN ISTANA

Alam Australia yang masih liar memiliki ribuan pesona yang memikat para petualang. Di negara bagian Northern Teritory, ada keajaiban alami berupa istana raksasa yang dibuat oleh rayap. Menakjubkan!

Ya, alam Australia boleh dibilang mayoritas masih alami. Belum begitu banyak sentuhan peradaban yang mengusik kehidupan alam di pedalaman Benua Kanguru ini. Sentuhan manusia kebanyakan untuk pelestarian berupa banyaknya taman nasional.

Satu dari sekian banyak pesona alam yang masih terjaga di Australia adalah istana rayap (termites mound) berukuran raksasa yang ada di Northern Teritory. Istana serangga pemakan kayu ini banyak ditemukan di antaranya di Litchfield National Park.

detikTravel datang ke taman nasional ini bersama rombongan Media Familiarization AirAsia pada Selasa (9/7/2013) kemarin. Ratusan istana rayap langsung 'menyapa' di pinggir jalan yang menembus belantara hutan Litchfield. Bentuknya yang seperti batu berukuran coklat kebiruan dan tersebar di hutan savana menyita perhatian setiap orang yang baru lewat untuk pertama kali.

Istana rayap terbesar yang banyak ditemui memiliki tinggi sekitar tiga meter dengan diameter sekitar 1,5 meter. Bentuknya menjulang tinggi dan konturnya cukup keras. Sekilas jika dilihat dan dipegang tidak ada banyak perbedaan dengan bongkahan batu besar.

Namun sebelum tangan para pengunjung hendak menguji lebih jauh tingkat kekerasan dari istana rayap tersebut, pihak pemerintah setempat buru-buru mengingatkan via plakat besar bertuliskan 'touch the termites mound gently.' Menyentuhnya jangan terlalu keras, agar tidak rusak.

Di beberapa sudut istana rayap tersebut, terdapat lubang-lubang yang digunakan rayap untuk keluar masuk dari dalam markas mereka. Meski rumah mereka cukup besar, rayap yang hilir mudik tidak begitu banyak jumlahnya.

"Ini bisa lebih tinggi lagi jika tidak ada intervensi dari manusia yang datang untuk menyentuh," kata Ann Qory, pemandu tur kami.

Di sudut Taman Nasional Lithcfield yang lain, terdapat pemandangan yang tak kalah menanjubkan. Diperkirakan jumlahnya mencapai ratusan ribu, istana-istana rayap setinggi 1-2 meter tersebar di padang rumput. Jika dilihat dari jauh, tampak seperti batu nisan di hamparan makam yang begitu luas.

Bahan dasar istana tersebut adalah tanah yang mengeras. Rayap-rayap mengumpulkan butiran-butiran tanah menjadi gundukan dan semakin meninggi dari waktu ke waktu.

"Tapi sebenarnya yang di atas tanah ini hanya untuk melindungi cadangan makanan. Tempat tinggal rayap-rayap itu sebenarnya ada di bawah tanah. Di bawah gundukan ini," kata Qory.

Tak seluruh tempat di dunia memiliki wahana istana-istana rayap di padang rumput seperti yang ada di Australia Utara itu. Selain Australia, tercatat hanya Indonesia timur, kawasan benua Afrika dan Amerika Selatan yang memiliki situs serupa.

Di Australia utara, khususnya di Litchfield Park, istana-istana rayap hanya segelintir dari sekian banyak pesona alam yang ditawarkan. Taman nasional yang terletak 100 Km sebelah tenggara Darwin ini memiliki pesona alam lain seperti air terjun Wangi, formasi batu-batu raksasa 'The Lost City' dan juga rute trekking untuk para traveler petualang di lahan hutan savana seluas 1.500 km persegi ini.

Meski berjarak 100 Km, dari Darwin ke Taman Nasional Litchfield hanya ditempuh dalam kurun waktu kurang dari 90 menit. Lalu lintas di wilayah tersebut memang cukup senggang, berbeda jauh dengan jalan antar kota di Indonesia.

Selain itu, infrastruktur jalan aspal di sana juga cukup baik. Jika Anda menyewa kendaraan roda empat, Anda bisa beristirahat dengan nyaman di perjalanan atau menikmati padang rumput dan hutan di kiri kanan jalan. Tertarik untuk berkunjung ke Darwin?

                     
                        img

            img

sumber | edan77.blogspot.com | http://travel.detik.com/read/2013/07/10/080841/2297463/1383/di-australia-rayap-sanggup-bikin-istana?991104topnews

[FOTO] W.O.W...Tornado ini SANGAT MENYERAMKAN Sekali

W.O.W...Tornado ini SANGAT MENYERAMKAN Sekali





sumber | edan77.blogspot.com | http://izismile.com/2013/07/02/the_most_spectacular_tornado_photos_from_2013_15_pics.html

Benar-benar RAKSASA Bekas Hantaman Meteor ini


Masih ingat film Armageddon? Film ini menceritakan tentang sebuah meteor raksasa yang akan menghaantam bumi. Nyatanya, peristiwa itu pernah terjadi di Arizona, AS. Lubang besr bekas meteor itu kini menjadi objek wisata.

50 Ribu tahun silam, sebuah meteor menghantam kawasan di Arizona, AS. Hantamannya seperti 20 juta ton lebih TNT dan meninggalkan kawah besar dengan kedalaman lebih dari 500 meter. Di bagian utara Arizona, dekat winslow, AS, Anda akan merasakan betapa dahsyatnya bumi diguncang saat itu.

img

Sebelumnya, para ilmuwan menyebut destinasi ini sebagai Barringer Crater. Nama ini diambil dari nama belakang seorang insinyur pertambangan, Daniel Barringer. Pria ini menjadi orang pertama yang menemukan lubang raksasa yang terbentuk karena hantaman meteor.

Kawah meteor ini memiliki keliling 2,4 km dan kedalaman sekitar 550 meter. Dalam situs resmi Meteor Crater yang ditengok detikTravel, Jumat (14/12/2012), ini adalah destinasi wisata internasional yang berada di luar ruangan yang dilengkapi dengan teater, Interactive Discovery Center atau pusat interaktif yang menyediakan penjelasan tentang tempat tersebut, hadiah unik, toko batu, dan Astronaut Memorial Park yang berada di tepi kawah.

img

Di sini pelancong bisa menyaksikan film tentang meteor, berjudul "IMPACT the Mystery of Meteor Crater". Pemutaran film ini ditampilkan dengan animasi 3D. Jadi, traveler benar-benar bisa mendengar suara gemuruh, merasakan panas, dan ledakan saat meteor melewati atmosfer bumi.

Jatuhnya meteor ini menyebabkan guncangan hebat yang terasa di barat daya Amerika. Guncangan tersebut terasa seperti ledakan akibat 20 juta ton lebih TNT. Ini bisa dirasakan persis di luar Visitor Center, Meteor Crater Arizona.

Setap tanggal 15 September, menjadi hari peringatan peristiwa jatuhnya meteor. Pada tanggal tersebut, Meteor Crater dibuka mulai pukul 07.00-19.00 waktu setempat. Untuk hari libur, wisatawan bisa datang mulai pukul 08.00-13.00 dan jangan datang saat hari Natal karena tempat ini tutup.

Penasaran melihat kawah meteor ini? Traveler yang ingin berkunjung ke tempat ini harus mengeluarkan kocek seharga US$ 16 (Rp 155 ribu) untuk dewasa, US$ 15 (Rp 145 ribu) pengunjung berusia 60 tahun ke atas, US$ 8 (Rp 77.300) untuk anak berumur 6-17 tahun, dan gratis untuk anak-anak di bawah umur 5 tahun.

Semua harga ini sudah termasuk tur di tepi kawah, Interactive Discovery Center, dan pemutaran film "Collisions and Impacts". Tapi ingat, traveler yang berlibur ke Meteor Crater tidak dperkenankan membawa hewan.



sumber | edan77.blogspot.com | http://travel.detik.com/read/2012/12/14/190349/2119137/1383/inilah-bekas-hantaman-meteor-raksasa-di-bumi?991104topnews

Rabu, 10 Juli 2013

Plis JANGAN BERCANDA Di Tempat Ini Ya Sob!!



Devil's Swimming Pool
A naturally formed pool known as the “Devil’s Pool” has formed at the top of the falls. When the water is at a certain level (during the months of September to December) visitors can swim in this pool that extends to the edge of the falls!
Are you brave enough to try this?

0
#28Are You Courageous Enough to Brave the Fall?