Tampilkan postingan dengan label Antariksa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Antariksa. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Juli 2013

Pesawat Bertenaga Listrik Bakal Jadi Kenyataan

Awalnya dianggap sebagai lelucon, kini pesawat hybrid listrik siap menggantikan pesawat konvensional di masa depan yang berbahan bakar mahal dan emisi karbon tinggi.

Pesawat hybrid ini kinerjanya mirip seperti mobil Chevrolet Volt dengan ditenagai motor listrik dan menggunakan mesin bensin sebagai cadangan.

Sejumlah pesawat pribadi menggunakan konsep ini, namun bedanya pesawat ini tidak berisik dan menggunakan sekitar 25% lebih sedikit bahan bakar.

Beberapa perusahaan besar membayangkan masa depan pesawat hanya mengandalkan sedikit propulsi listrik. Pada awalnya mungkin baru diterapkan ke pesawat kecil, namun pada akhirnya teknologi hybrid bisa membantu mengurangi kebisingan dan emisi dari pesawat.

"Dalam dekade ini, kita pasti akan melihat pesawat hybrid listrik memasuki pasar," kata Frank Anton, yang mengepalai proyek pesawat di Siemens.

Anton memprediksi bahwa pada akhirnya kita akan melihat pesawat hybrid dengan 100 penumpang yang hanya menggunakan setengah bahan bakar dibanding pesawat serupa saat ini, demikian yang dilansir TechnologyReview.

Boeing mengambil langkah lebih lanjut dengan konsep pesawat hybrid bertipe 737 yang dapat menampung lebih dari 150 penumpang, meskipun mungkin belum akan dihadirkan hingga 2030.

EADS, perusahaan induk dari Airbus, juga mengembangkan desain konseptual untuk pesawat penumpang yang akan terbang secara eksklusif dengan tenaga listrik, meskipun jenis pesawat ini akan terbatas.

"Beberapa tahun yang lalu, gagasan tentang pesawat seperti ini adalah lelucon," ujar Marty Bradley, dari Boeing Research & Technology. [mor]


sumber | edan77.blogspot.com | http://teknologi.inilah.com/read/detail/2007858/pesawat-bertenaga-listrik-bakal-jadi-kenyataan#.UdviWdeE2RE

Inilah Rekaman Kotak Hitam Pesawat Asiana Airlines


Dewan Keamanan Transportasi Nasional (NTSB) mempresentasikan rekaman dari dua kotak hitam di pesawat Asiana Airlines yang mengalami kecelakaan. Demikian, detil dari rekaman kotak hitam pesawat itu.

Pesawat dengan nomor penerbangan 214 sudah mengeluarkan roda pedaratan dan mendekati Landasan Terbang 28 dengan kecepatan 137 knot dan kemiringan sayap 30 derajat. Pada saat itu, tidak ada perbincangan yang berlangsung di kokpit.

Pada detik ketujuh sebelum kecelakaan berlangsung, seseorang di kokpit memerintahkan penambahan kecepatan. Tiga detik kemudian, suara getaran dari "stick shaker" bisa terdengar dalam rekaman kotak hitam itu. Saat itulah, kecepatan pesawat itu dinyatakan tidak stabil.

"Kecepatan pesawat tersebut di bawah 137 knot," ujar Ketua NTSB Deborah Hersman yang menjelaskan rekaman kotak hitam itu, seperti dikutip CSM, Senin (7/6/2013).

1,5 detik sebelum kecelakaan, seseorang di kokpit memerintahkan untuk meningkatkan daya, dan mencoba untuk mendarat. Meski demikian, pesawat itu terbang dengan ketinggian yang sangat rendah hingga ekornya menghantam dinding, pesawat itupun tergelincir.

Dugaan mengenai kesalahan pilot dalam tragedi kecelakaan ini langsung muncul. Hal itu disebabkan karena kondisi cuaca masih aman, ketika pesawat itu mengalami kecelakaan. Tidak ada pula kerusakan mesin yang dilaporkan oleh pihak berwajib. Meski demikian, Hersman menolak berkomentar.

"Semuanya (bukti) sudah ada di sini, kita tidak akan berspekulasi. Kami hanya mencoba menyampaikan pada Anda tentang apa yang terjadi sebenarnya," tutupnya. (AUL)



sumber | edan77.blogspot.com | http://international.okezone.com/read/2013/07/08/414/833807/ini-rekaman-kotak-hitam-pesawat-asiana-airlines